![]() |
| Sang Hyang Tapak Gunung Mananggel |
Meskipun Gunung Mananggel tidak sepopuler Megalit Gunung Padang, namun keunikan dan keistimewaannya tetap menarik perhatian. Di puncak Gunung Mananggel, terdapat peninggalan jejak kaki manusia di batu yang dikenal sebagai ‘Sang Hyang Tapak’, yang menarik perhatian para pengunjung.
Gunung Mananggel terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Cianjur, dan untuk mencapai Situs Watu Sanghyang Tapak di puncaknya, pengunjung harus mendaki sekitar 836 meter di atas permukaan laut.
Situs Watu Sanghyang Tapak merupakan bagian dari kompleks yang terdiri dari berbagai susunan batu, termasuk terasering batu yang disusun dengan rapi, mungkin untuk tujuan penahan erosi tanah atau penyangga batu di puncak. Ada pula kompleks batu kecil yang disebut Watu Pangeureunan, dan di area ini terdapat batu-batu yang tersusun secara tidak alamiah.
Di pelataran puncak, ada Watu Sawala, di mana batu-batu tersusun menyerupai tempat duduk dan meja. Di antara batu-batu tersebut, terdapat batu dengan jejak telapak kaki kiri yang diyakini sudah ada sejak lama dan dianggap keramat oleh penduduk setempat.
Meskipun tidak banyak pengunjung seperti tempat wisata lainnya, kebanyakan yang datang adalah peziarah dengan tujuan dan motivasi pribadi yang berbeda-beda. Namun, pada masa lalu, situs ini juga menjadi target bagi mereka yang mencari jalan pintas kekayaan melalui praktik togel, yang menyebabkan banyak sesaji ditemukan di situs tersebut.
Gunung Mananggel adalah bagian penting dari kawasan hutan pegunungan di Cianjur yang harus dilestarikan karena berfungsi sebagai penyangga lingkungan dan menyimpan kekayaan flora, fauna, dan sejarah kebudayaan. Namun, keberadaan situs ini saat ini terancam oleh aksi vandalisme dan kurangnya perhatian dari pemerintah setempat.
Pegiat lingkungan dan seni budaya menekankan pentingnya menjaga dan merawat situs ini sebagai bagian dari warisan budaya yang kaya dan tidak boleh disalahgunakan untuk tujuan yang tidak semestinya.
