Inilah Asal-usul dan Resep Colenak, Cek Yuk! - Visiting Cianjur Bersemi

Sunday, 30 June 2024

Inilah Asal-usul dan Resep Colenak, Cek Yuk!

Asal-usul dan Resep Colenak
Asal-usul dan Resep Colenak

Jawa Barat memiliki ratusan jenis kue tradisional, salah satunya adalah Colenak. Seperti banyak nama makanan dalam budaya Sunda, istilah "colenak" adalah akronim yang berasal dari kata 'dicocol enak'. Sesuai dengan namanya, colenak dinikmati dengan cara dicocol, menggunakan garpu kecil, pada olahan singkong yang dibungkus daun pisang atau kertas minyak.

Colenak merupakan camilan yang populer di Purwakarta dan sekitarnya, terbuat dari peuyeum (tape singkong). Menurut Ensiklopedi Kuliner LIPI, colenak adalah makanan jalanan khas dari tanah Pasundan. Proses pembuatannya sederhana, dimana peuyeum harus dibakar menggunakan arang, memberikan aroma asap yang menggugah selera.

Peuyeum bakar ini disajikan hangat dengan parutan kelapa halus yang dicampur dengan lelehan gula merah. Beberapa orang menambahkan taburan kacang tanah di atasnya untuk menambah rasa. Rasanya unik dengan perpaduan manis dari singkong dan gurih dari parutannya. Colenak semakin nikmat disantap hangat, terutama dengan segelas teh hangat.

Kadar gula yang tinggi pada peuyeum sering kali menghasilkan sisi yang gosong, yang biasanya membentuk semacam karamel, bagian ini sering dianggap paling lezat.

Kini, varian colenak telah berkembang, termasuk Colenak Durian dengan campuran durian matang dan gula merah, serta Colenak Pisang.

Colenak mulai terkenal berkat Aki Murdi yang menjual colenak di Kota Bandung sejak tahun 1930-an. Colenak Murdi Putra, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bandung, menjadi pionir dengan menawarkan varian original, durian, dan nangka.

Menurut buku "Konferensi Asia Afrika di Indonesia - Seri II" dari Pusat Data dan Analisa TEMPO, colenak bahkan pernah disajikan sebagai hidangan untuk para tamu negara. Dikisahkan, utusan dari Gedung Merdeka pernah membeli 100 pincuk colenak yang dibungkus daun pisang pada tahun 1955.

Cara membuat colenak pun cukup mudah, berikut ini bahan-bahan dan langkah-langkahnya berdasarkan buku "Kue Tradisional Indonesia Resep Bakulan Kue Sabine Laris Manis" oleh Aa Putu Tuti Diantarini:

Bahan :

  • 1 kg Tape singkong (peuyeum kuning dan pulen)
  • Margarin secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya
  • 1 butir kelapa sedang (parut dagingnya)
  • 200 gr gula merah
  • 1 bungkus vanili bubuk
  • Garam secukupnya
  • 2 lembar daun pandan (sobek dan simpulkan)
  • 150 ml air
  • Topping sesuai selera (parutan keju atau taburan kacang sangrai)

Cara :

  1. Buang sumbu peuyeum dan bakar hingga permukaan agak kecoklatan, sambil dipenyet hingga agak gepeng.

  2. Masak semua bahan di atas kecuali kelapa, aduk hingga gula mencair.

  3. Masukkan kelapa, aduk sampai air menyusut dan semua bahan agak lengket.

  4. Siap disajikan atau bisa ditambah topping tambahan sesuai selera.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda